Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengakhiri Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (KTT OKI) ke-13 selama dua hari di Istanbul, Jumat (15/4). Pertemuan para pemimpin dari negara-negara Muslim di dunia tersebut bertujuan mempersempit konflik perpecahan sektarian yang sengit, termasuk konflik di Suriah dan Yaman.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara". (QS. Ali Imran : 103)
![]() |
| Erdogan : Umat Islam harus bersatu (mirajnews.com) |
(Mediaislamia.com) --- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengakhiri Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (KTT OKI) ke-13 selama dua hari di Istanbul, Jumat (15/4). Pertemuan para pemimpin dari negara-negara Muslim di dunia tersebut bertujuan mempersempit konflik perpecahan sektarian yang sengit, termasuk konflik di Suriah dan Yaman.
Namun Turki memandang KTT OKI sebagai peluang untuk menyokong gengsinya di dunia Islam. Dalam pertemuan itu, Erdogan menjadikanya sebagai misi untuk membawa 1,7 juta umat Muslim dunia lebih dekat bersama-sama.
Dia juga kembali menegaskan ajakan untuk bersatu dalam jamuan resmi makan malam, pada Kamis (14/4), di Istana Dolmabahce di Bosphorus. Di istana itulah, mendiang Sultan Ottoman pernah memerintah sebuah kerajaan di tanah-tanah Muslim yang membentang dari dari Balkan hingga Arab Saudi.
“Pada KTT ini, harapan terbesar kami adalah negara-negara Islam di seluruh dunia dapat menyampaikan pesan persatuan dan kebersamaan bagi semua umat Muslim. “ujuan kami adalah memberikan harapan kepada seluruh keluarga Islam di masa depan.
Insya Allah, dengan KTT, era baru akan dimulai untuk kita semua,” ujar Erdogan kepada para pemimpin di bawah naungan kubah besar Muzayede Salon – sebuah ruang upacara di mana sultan menerima pengunjung.
Dia mengakui, masalah yang ada di depannya sangat besar. “Kami akan melalui periode yang sulit, tapi kita tidak boleh putus harapan,” tambahnya.
![]() |
| Foto bersama di KTT OKI Istambul 2016 (alaenews.com) |
Erdogan dijadwalkan memimpin sidang terakhir KTT OKI , Jumat, sebelum menggelar konferensi pers.
Di sisi lain, pertemuan para pemimpin negara ditandai dengan kemunculan isyarat-isyarat aliansi yang kuat antara Turki dan rekan senegara Muslim Sunni Saudi, yakni ketika para menteri luar negeri menandatangani memorandum untuk menciptakan dewan kerja sama bilateral.
Kedua negara bersama dengan negara-negara kecil di Teluk yang kaya akan gas, Qatar mendukung pemberontak untuk memerangi rezim Presiden Bashar al-Assad di Suriah.
Hal ini pula yang membuat mereka beradu melawan Iran dan juga Rusia – di mana Turki mengalami krisis hubungan pasca penembakan jatuh pesawat perang Rusia. Apalagi Negeri Beruang Merah itu merupakan sekutu besar terakhir Assad.
Kalangan analis telah memperingatkan Turki untuk hati-hati melangkah dengan aliansinya, Arab Saudi, sehingga tidak dilihat sebagai tujuan kesatuan sektarian oleh Iran.
![]() |
| Erdogan dan jusuf Kalla (news.detik.com) |
Sebagai isyarat dari keinginan Ankara untuk menjaga keseimbangan maka Rouhani akan memulai lawatan bilateral ke Turki segera, usai pelaksanaan KTT OKI.
Sementara itu, Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Jusuf Kalla (JK) yang menjadi wakil dalam KTT OKI mengaku sedih karena Dunia Islam terperangkap oleh konflik, kemiskinan, dan bencana kemanusiaan sehingga belum memenuhi harapan untuk berkontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan global.
“Dunia Islam semakin terpecah belah. Persatuan semakin jauh dari kenyataan. Perdamaian dan keamanan, kurangnya pembangunan ekonomi, serta bencana kemanusiaan menjadi tantangan terbesar kita,” katanya dalam pidato KTT OKI.
Dia menambahkan, ada jutaan Muslimin dan Muslimat yang menderita setiap hari akibat konflik, perang dan terorisme. Peluru dan bom menghujani umat Islam tak berdosa di negara-negara OKI seperti Afghanistan, Irak, Syria dan Yaman.









Sebagai langkah awal Islam dunia bersatu sepakati dan terbitkan dulu kalender hijrah yang berlaku tingkat dunia..ini namanya Islam dunia ada tanda kemajuan.
BalasHapushttp://suyanto-yai.blogspot.com/